Openstack – Extend Volume Capacity

Ini adalah satu dari beberapa case selama percobaan instalasi sampai operational openstack, mungkin untuk case satu ini perlu di catat karena memang sedikit dokumentasi yang mengarah ke hal ini. Mungkin untuk step instalasi dibahas di postingan lain saja.

Alkisah ketika saya mau create instance didalam openstack muncul sebuah log error seperti berikut :

Block Device Mapping is Invalid.

Baca lebih lanjut

Traffic Load Balancing in Cisco UCS, ESXI and Windows Server

Ceritanya ada case menarik selama pekerjaan kali ini. Saat ini lagi ada kerjaan implementasi UCS dengan 2 buah Spine dan 2 buah Leaf (spine dan leaf menggunakan nexus 5k).

Saat ini sudah berjalan dengan baik, dari blade server menuju ke network sesama dan luar. Kondisi saat ini tiap blade server untuk 1 network itu mempunyai 2 adapter vnic dari UCS yang diarahkan ke FI yang berbeda dengan tujuan dibuat loadbalance.

Jadi tiap blade server itu dia punya 2 adapter, masing2 adapter koneksi mengarah ke ke FI (Fabric Interconnect) A dan FI B dengan mode fail over di sisi UCSnya.

Untuk yang didalem blade server os-nya memakai baremetal windows ada pula yg menggunakan ESXI. Sudah terset NIC teaming / bonding dengan native vlan, jadi komunikasi sudah berjalan dengan baik hanya menggunakan 1 FI saja.

Problemnya adalah meskipun sudah di set teaming/bonding dan jg sudah ditambahkan konfigurasi di sisi ucs supaya bisa lewat 2 adapter vnic. Namun ketika di cek sisi gateway (kedua leaf). Kedua leaf menampilkan arp yang berbeda, arp dari blade server cuman kedetek di sisi leaf 1 saja, yang harusnya menurut pemahaman untuk load balance sendiri untuk arp terdetek di leaf 1 dan leaf 2.

Note: Akses dr Leaf ke FI menggunakan port-channel biasa, bukan menggunakan VPC seperti best-practice yang dianjurkan. Baca lebih lanjut

Benua Purwokerto, Bukit Watu Meja dan Baturraden Teater Alam Kaki Gunung Slamet

Purwokerto, 3 – 4 Desember 2016

whatsapp-image-2016-12-19-at-1-12-48-am

The choice is yours, stay sleep or wake up and chase your dreams

Kami terkantuk di dalam kereta ekonomi dengan trayek Jakarta – Purwokerto ini yang meninggalkan stasiunya pada setengah 6 pagi. Sesuai info yang tercetak di dalam tiket, perjalanan menuju purwokerto ini akan ditempuh dalam waktu 6 jam. Berada di dalam kereta dengan ukuran kursi yang lebar memeluk badan, ditambah ruangan yang sejuk dan background pemandangan yang menemani perjalanan, membuatku lekas berpindah ke alam mimpi hingga terbangun ketika siang menjelang di sekitar kota Purwokerto yang berhawa sejuk. Satu jam kemudian aku, Ayub dan Mba Ralesti tiba di kota Purwokerto untuk menuju rumah salah satu teman yang asli orang Purwokerto, dijemput oleh orangtuanya Ayub. Baca lebih lanjut

Large Flow Detection & Mitigation with Openflow | Mininet-Floodlight-Sflow

sflow-rt

Figure 1. Sflow Model Lab

Performance aware software defined networking describes how sFlow and OpenFlow can be combined to create SDN applications such as  DDoS mitigationload balancing large flows, and packet capture. This article takes a deep dive, describing how to build a test bed for developing performance aware SDN applications. The test bed is used to build and test a basic DDoS mitigation application and demonstrate how quickly the controller can adapt the network changing traffic conditions.

Inti atau goal pada lab kali ini adalah untuk membuat SDN Application yang bertujuan untuk mendeteksi sekaligus mem-block DDoS packet ketika masuk ke dalam jaringan kita.

Pada lab ini menggunakan komponen berikut :

  • System Operasi Ubuntu 14.04 64-bit
  • Mininet  2.2.0 : Sebagai virtual node
  • Floodlight : Sebagai openflow controler dan network topology
  • sFlow-RT : Digunakan untuk monitor route atau traffic dalam network
  • Nodejs & Phyton : Bahasa yang akan digunakan untuk aplikasi SDN lab ini

Baca lebih lanjut

Catatan Pendakian Gunung Papandayan

DSC_0402

“One day you’ll leave this world behind, So live a life you will remember.” The Night~Avicii

Papandayan, 5-6 Mei 2016

Papandayan berada di kabupaten Garut, Jawa barat dengan ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa menjadi salah satu pilihan tempat pendakian. Gunung bertipe Stratovolcano ini saat sebelum meletus pada tahun 2002 mempunyai empat buah kompleks kawah besar tapi saetelah meletus kawah ini menjadi sebuah areal kawah yang cukup besar, dan kawah ini terlihat jelas dari kejauhan. Kompleks kawah gunung Papandayan ini bisa didatangi oleh masyarakat umum yang bukan pendaki gunung sekalipun, ini dimungkinkan karena adanya jalan aspal mulus yang membentang dari bawah hingga kedekat kawah gunung ini. Baca lebih lanjut