The Moment Visit Hongkong in the Middle of Lock Down

Family Time @Hongkong Riverside

31 Desember 2019 Negara Tiongkok memperingatkan beberapa gejala terkait adanya virus tertentu, yang sekarang ini disebut sebagai virus korona. Beberapa hari kemudian banyak negara yang memberikan travel warning dan ada juga memberlakukan travel bann bagi pengunjung yang akan berwisata dan meninggalkan Tiongkok sekitarnya meliputi Hongkong, Macau dan Taiwan.

Saya berangkat ke Hongkong pada awal 1 Februari 2020 yang mana saat itu Indonesia belum ada travel ban ke Hongkong karena ada keperluan yang tidak bisa ditunda-tunda / cancel. Kemudian dengan perasaan was-was, saya packing barang dengan membawa beberapa item yang diperlukan semisal hand sanitizer, vitamin dan masker karena infonya di Hongkong sudah jarang ada yang menjual item tersebut.

My Motto, Always bring indomie Mie Sedaap everywhere you go.

Satu hal yang saya paling khawatirkan ketika berangkat adalah apakah saya bisa pulang ketika saya pergi ke Hongkong? Mungkin saya akan masuk ke berita nasional dengan judul “Ada seorang remaja tanggung terjebak di Hongkong dikarenakan pemberlakuan travel ban” dan kemudian bikin thread di kitabisa untuk fundraising biaya hidup di Hongkong #imajiner.

Sebelum flight saya menyempatkan untuk beli kuota roaming yang support Singapore dan Hongkong. Saya menggunakan provider 3 dan bayar 250rb dapat beberapa giga (lupa tepatnya) cukup untuk 7 hari mendatang.

Transit di Singapore

Saya menggunakan maskapai Scoot dari bandara Soekarno-Hatta transit di singapore dan bermalam di sana. Saya lihat ada beberapa flight menuju RRC yang dicancel dari negara tertentu (mungkin sudah berlaku travel ban dari negara lain). Peningkatan keamanan di sejumlah titik bandara, meliputi beberapa sensor untuk mendeteksi bila ada anomali (demam/flu) dsb nya bagi penumpang pesawat. Turun dan naik pesawat di cek berlapis.

Sensor di bandara Singapore

Saya transit semalam di Singapore mencari tempat ngemper untuk bisa istirahat, melanjutkan penerbangan esok harinya.

Tiba di Hongkong

2 Februari 2020, pagi hari jam 06.00 saya terbang menuju Hongkong memakan waktu sekitar 4 jam hingga tiba di tujuan pukul 10.00 Pagi. Nampak suasana bandara agak sepi berbeda dari hari2 biasanya.

Saya bergegas menuju hotel tempat menginap menggunakan bus, untung di Hongkong semua transportasi sudah saling terintegrasi. Jadi saya cukup beli Octopus untuk berkeliling2.

Octopus Card
Airport Bus Terminal

Aktifitas masih ada mungkin jadi lebih sepi dari biasanya. Ada banyak toko2 yang tutup / tidak beroperasi dampak dari virus corona. Masyarakat Hongkong menggunakan masker untuk kegiatan sehari-hari. Sebelum check in ke hotel pun juga di cek menggunakan sensor dan membuat surat pernyataan bahwa tidak mengunjungi wuhan dalam beberapa hari terakhir.

Hongkong Hari Kedua – Bad News Coming

3 Februari 2020. Makjang! pagi hari saya lihat berita, dan beberapa rekan juga menginformasikan adanya travel ban bagi wisatawan dari dan menuju RRC termasuk Hongkong salah satunya, travel ban akan berlaku mulai 5 Februari 2020 pukul 00.00. Bergegas saya melakukan rechedule tiket pesawat yang sudah saya plan akan balik ke Indonesia beberapa hari lagi. Dan kabar buruk lain, kantor tempat tujuan saya juga tutup tanpa informasi apa2 sebelumnya. Jadi dihari saya datang, di hari itu pula tutupnya. Yasudahlah, saya ambil hikmahnya saja. Saya coba refreshing ke tempat2 sekitar yang mungkin bisa dikunjungi.

Yick Cheong Building, Quarry Bay

Tempat pertama yang saya kunjungi ialah Yick Cheong Bulding di Quarry Bay. Terkenal karena tempat ini dijadikan tempat syuting film Transformer Age of Extinction, mohon ralat bila salah. Tempatnya agak ndlesep kalo dibilang, karena berada di tengah2 pemukiman warga.

Saya kemudian berlanjut ke Victorian Park, tempat wisata yang lokasinya ada di ujung pegunungan. Saya transport menggunakan bus sampai ke Victorian Park, alternatif lain bisa menggunakan kereta gantung menuju tujuan.

Lanskap berubah ketika perjalanan. Yang awalnya di kota kemana2 melihat gedung2 tinggi berubah menjadi pepohonan hijau, cantik dilihat dari atas. Sisi lain dari kota Hongkong.

Setibanya di puncak / Victoria Peak bisa melihat pemandangan kota Hongkong dari atas. Sedikit berkabut karena tiba pada saat sore hari.

Kereta Gantung / Tram

Saya melanjutkan turun menggunakan Tram / Kereta gantung menuju Hong Kong Park yang tidak jauh dari stasiun tujuan.

Di Hongkong Park pun tidak banyak orang yang terlihat, hanya beberapa petugas penjaga saja.

Saya kemudian melanjutkan perjalanan ke Avenue of Stars, menikmati sore hingga petang disana.

Malam hari bisa melihat Symphony of Lights dari sekitar Avenue of Stars, pertunjukan lampu sorot diatas langit Hongkong.

A Symphony of Lights

Gerimis pun tiba pertanda saya harus segera balik ke tempat penginapan, untuk persiapan pulang besok pagi hari.

Hongkong Hari Ketiga – Pulang ke Indonesia

4 Februari 2020, saya harus pulang hari ini untuk mengejar waktu sebelum pergantian hari bila tidak saya akan di tolak ketika datang ke Indonesia dengan berdoa semoga pesawat tidak mengalami delay karena saya tiba di JKT mepet 1 jam sebelum pergantian hari. Pesawat transit melalui malaysia, seperti di singapore harus melalui keamanan berlapis beserta beberapa sensor.

Tiba di Indonesia

Setelah turun pesawat saya bergegas untuk segera menuju check out imigrasi, untuk “mengamankan” diri dari status travel ban.

Yang menjadi catatan tersendiri buat saya, perlakuan di bandara lebih selow tanpa adanya sensor seperti di negara2 sebelumnya. Saya diberi secarik kertas tanpa di cek terlebih dahulu. Hmmmm #nokomen

Semoga badai lekas berlalu…

Satu respons untuk “The Moment Visit Hongkong in the Middle of Lock Down

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.